Premium atau Pertamax
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Tips - Dibaca: 687 kali

Pertamax Vs Premium: Pilih Sesuai Kompresi
Harga Pertamax dan Pertamax Plus melangit. Bagaimana pengguna motor Pertamax, khususnya Satria ninja 250r? Perlu nggak ya… ‘turun derajat’ nenggak Premium? Apa sih kelebihan dan kekurangannya?
Turun pangkat pakai Premium, tenaga pasti berkurang. Wajar, angka oktan keduanya beda. Pertamax dipatok 92-95. Sedang Premium di angka 82. Angka oktan menyatakan kandungan molekul iso oktan di bensin. Molekul ini yang menahan terjadinya ngelitik atau detonasi. Sehingga makin tinggi oktan, kuat terhadap kompresi tinggi. “Kompresi berbanding lurus dengan angka oktan. Kompresi wajib diimbangi oktan tinggi,” jelas Colin Latung, konsultan perminyakan dari URS Indonesia. Kesesuaian angka oktan dengan kompresi akan memperkecil kemungkinan terjadi gejala nggelitik. “Kalau tetap memaksakan motor dengan kompresi tinggi menggunakan oktan rendah, piston akan jebol. Biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar.”
Artinya, mengubah penggunaan Premium tergantung kompresi motor. Dalam kondisi estede, lihat saja spesifikasi teknis kendaraan yang dibikin pabrikan. Motor 4-tak lokal umumnya punya kompresi kisaran antara 9:1 sampai 9,3:1. Bahkan, motor 4-tak impor seperti ninja 250r berkompresi 10,2:1. “Kalau ingin tidak mengalami detonasi, turunkan kompresi. Ganjal head silinder dengan paking yang lebih tebal,”
Konsekuensinya, tenaga motor akan melorot. Menurut Colin, tidak masalah. “Ini untuk penggunaan harian bukan balap,” tambahnya.
Tapi, bagaimana dengan mengoplos aditif octane booster. “Penambahan itu
tidak signifikan. Sebab, kandungan kimia octane seperti Metil Cyclo
Pentan Dienyl Manganis Tricarbonil (MMT) tidak akan besar mendongkrak
angka oktan,” ungkap Colin.
Bagaimana dengan motor 2-tak. Umumnya, perbandingan kompresi lebih
rendah. Jadi, pindah pemakaian Pertamax ke Premium nggak masalah.
Kebutuhan motor 2-tak terhadap kriteria bahan bakar dianjurkan
menggunakan Premium. Misal, kompresi Kawasaki Ninja-RR 7,2:1. Data
Premium beroktan 82-92. “Cukup menyuplai kebutuhan motor berkompresi
7:1-9:1,” jelas Freddyanto Basuki, assistant manager service division,
PT Kawasaki Motor Indonesia.
Memang, penggunaan Premium perlu diwaspadai. Soalnya, bahan bakar itu belum
bebas timbel (luar Jabotabek).
OKTAN INDONESIA LEBIH RENDAH
Angka oktan bensin yang beredar di Indonesia menurut Colin Latung lebih
rendah dibanding dengan sejenis di negara lain. Sebab, kita menganut
Research Octane Number (RON). Sedangkan di negara lain, misal, Malaysia
menganut Pump Octane Number (POM). “Angka POM didapat dari penjumlahan
RON dan MON (Motor Octane Number). Hasilnya dibagi dua,” jelas Colin.
Dengan demikian, kalau angka RON Pertamax dikonversikan ke POM sudah
pasti angkanya turun. “Jadi kualitas bahan bakar kita memang tidak
baik,” tambah Colin.
Kurtubi, pengamat bahan bakar yang juga bekerja di PT Pertamina ngasih
solusi. Kompetisi penyuplai bahan bakar minyak harus dibuka.
“Pemerintah harus membuka keran pemain baru. Di sisi lain, rakyat harus
tetap dilindungi. Harga tidak diserahkan ke pasar, tapi ditentukan oleh
pemerintah,” jelas Staf Pengajar Pascasarjana Fakultas Ekonomi
Universitas Indonsia ini.
TES PREMIUM DAN PERTAMAX
Rasio kompresi motor, sangat menentukan dalam pemilihan bahan bakar. Em-Plus
coba ngetes motor kompresi tinggi diberi perlakuan beda. Seperti Suzuki
Satria F150 kompresinya 10,2 : 1. Pertama tes diisi Pertamax. Kemudian
digeber keliling Jakarta pas jam macet. Dari pukul 15:50-16:30.
Kondisi berboncengan. Pengendara 70 kg dan boncenger 60 kg. Hasilnya
mencapai jarak tempuh 64 km. Menghabiskan Pertamax 2.100 cc, atau 2
liter lebih 100 cc. Berarti bisa dicari pemakaian BBM-nya. Sekitar 30,5
km/liter.
Perlakuan kedua diisi Premium. Tentu setelah tangki dikuras. Dites
sendirian alias tanpa boncenger. Berat pengendara 65 kg. Dites di
Jakarta sekitar jam 10 pagi
Kesimpulanya, Pertamax lebih irit meski dengan beban berat. Sebab tidak ada detonasi dan menghasilkan tenaga gede. Beda dengan pakai Premium. Gas harus dipelintir abis mulu. Sehingga boros.
Perbandingan Angka Oktan dan Kompresi
Pertamax Plus
Oktan= 95
Kompresi= 10:1 – 11:1
Pertamax
Oktan= 92
Kompresi= 9:1 – 10:1
Premium
Oktan= 82
Kompresi= 7:1 – 9:1

2 Komentar :
103
08 September 2011 - 16:48:47 WIB
maaf koreksi dikit,klo yg saya tau premium oktannya 88 bukan 82
pantun jenaka
29 Januari 2012 - 06:28:57 WIB
pertamax mahal euy
Isi Komentar :










Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 